Daftar Tempat Wisata Yang Ditutup Di Dki

By | August 25, 2022

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Menara Saidah
Informasi umum
Lokasi Jalan MT Haryono
Djakarta, Jakarta Selatan, Pancoran, Indonesia
Koordinat


6°xiv′38″S
106°51′33″E


 / 

6.243809°S 106.859118°E
 /
-6.243809; 106.859118




Koordinat:



six°14′38″S
106°51′33″E


 / 

6.243809°Southward 106.859118°Due east
 /
-6.243809; 106.859118




Mulai dibangun 1995
Selesai 1998
Ditutup 2007
Biaya l miliar rupiah
Informasi teknis
Jumlah lantai 28
Desain dan konstruksi
Pengembang Hutama Karya

Menara Saidah
adalah nama sebuah gedung terbengkalai yang pernah berfungsi sebagai pusat perkantoran, terletak di Jalan MT Haryono, Dki jakarta, Republic of indonesia.[1]
Sebelumnya nama gedung ini adalah
Gedung Grancindo
dan didirikan lama sebelum kemudian direnovasi dalam skala besar menjadi Menara Saidah.[2]
Nama yang diberikan pada gedung ini diambil dari nama pemiliknya, Saidah Abu Bakar Ibrahim. Gedung ini diresmikan pada tahun 2001.[3]

Penyewanya termasuk Kementerian Percepatan Pembangunan Kawasan Timur Indonesia (sekarang berubah nama menjadi Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal) yang pernah berkantor di lantai 18.[2]
Gedung ini juga sempat berfungsi sebagai tempat acara buka puasa bersama artis Inneke Koesherawati yang menikah dengan salah satu keluarga Saidah, Fahmi Darmawansyah.[ii]
[4]
[5]

Bangunan dan arsitektur

[sunting
|
sunting sumber]

Kekhasan gedung ini adalah desainnya dengan patung-patung bernuansa Romawi diimpor dari Italia.[1]
Desain interiornya menggunakan “sentuhan Las Vegas” dengan langit-langit bagian lobi yang nuansanya bisa diganti.[1]
Gedung ini memiliki 28 lantai.

Gedung ini terletak di Jalan MT Haryono, Jakarta. Lokasinya bersampingan dengan rel kereta yang masuk ke Stasiun Cawang, juga terletak di sebelah utara setelah
flyover
Tol Cawang-Grogol.

Sejarah

[sunting
|
sunting sumber]

Pembangunan dan lelang

[sunting
|
sunting sumber]

Gedung ini dibangun pada tahun 1995 hingga 1998 oleh PT. Hutama Karya dan merupakan gedung tinggi pertama yang dibangun oleh kontraktor tersebut.[1]
Pada awalnya, gedung yang belum dibangun ini dimiliki oleh PT. Mustika Ratu atas nama Mooryati Soedibyo. Pada tahun 1995, kepemilikan gedung ini dilelang dan lelang ini dimenangkan oleh anak kelima keluarga Saidah Abu Bakar Ibrahim, dan kemudian berpindah tangan ke anak bungsunya, Fahmi Darmawansyah.[vi]

Usai pelelangan, gedung ini mengalami renovasi skala besar, termasuk menambah ketinggian gedung awal yang 15 lantai menjadi 28 lantai.[2]

Biaya pembangunannya mencapai Rp 50 miliar.[6]

Penggunaan

[sunting
|
sunting sumber]

Arsip Harian
Kompas
mengatakan, gedung ini sempat digunakan sebagai Sekretariat Panitia Pembangunan Umum pada tahun 1999.[7]

Penutupan dan kontroversi

[sunting
|
sunting sumber]

Pada tahun 2007, gedung ini resmi ditutup untuk umum karena pondasi gedung tidak tegak berdiri dan miring beberapa derajat serta dianggap membahayakan keselamatan penghuni gedung.[iii]
Konstruksinya dianggap bermasalah sejak awal, namun dari pihak pemilik maupun Suku Dinas Pengawasan dan Penertiban Bangunan (P2B) tidak ada yang bersedia memberikan penjelasan.[3]
Rahmat, salah satu petugas keamanan yang pernah bekerja selama delapan tahun di gedung tersebut menuturkan pada tahun 2007 pemutusan hubungan kerja dilakukan secara sepihak, dan hingga hari ini ratusan karyawan belum memperoleh pesangon.[viii]

Popular:   5 Tempat Wisata Di Jakarta Timur

Karena lokasinya yang strategis banyak penawaran masuk, termasuk dari Universitas Satyagama pada tahun 2011.[8]
Keterangan yang diberikan oleh salah satu petugas keamanan, Rahmat, pindah tangan pemilik tidak terjadi karena pemilik awal tidak bersedia menunjukkan gambar struktur gedung.[9]

Menara Saidah pada tahun 2012 oleh pemilik kemudian diserahkan ke dalam pengawasan Polisi Sektor Cawang, Djakarta Timur. Setiap pagi polisi dari Cawang datang, dan menandatangani daftar.[ix]
Masalah keamanan, termasuk kebakaran, sepenuhnya menjadi tanggung jawab polisi.[nine]

Pada tahun 2012 gedung dalam keadaan tidak terawat karena jalan akses masuk dan keluar gedung sudah banyak yang pecah, dalam keadaan gelap, dan hanya taman depannya yang masih dibersihkan dengan menyewa jasa petugas kebersihan jalan raya.[10]
Ketidakjelasan status gedung ini mengakibatkan masyarakat yang tinggal di sekitarnya khawatir dan takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.[xi]
Lurah setempat, Shalih Nopiansyar, mengatakan permintaan bertemu dengan pemilik terkait kelangsungan bangunan tidak berhasil, begitu pula pihak yang tertarik membeli gedung yang selalu terhenti di tengah jalan dan tidak ada kabar lagi.[8]
Pemerintah daerah setempat pun belum menerima laporan mengenai rencana terkait bangunan Menara Saidah.[viii]

Dua pengamat perkotaan, Yayat Supriyatna[xi]
dan Nirwono Joga[12]
menyatakan bahwa Pemerintah (Dinas P2B) dan pemilik harus bertanggung jawab terhadap pembiaran gedung.

Nirwono menyatakan miringnya Menara Saidah dapat dikategorikan sebagai gagal pembangunan akibat terjadinya kemiringan atau keteledoran.[12]

Menurut Yayat, Dinas P2B tidak segera bertindak pada pemilik yang terkesan membiarkan.[11]
Padahal tidak boleh melakukan pembiaran hanya karena alasan rugi.[eleven]
Sementara Nirwono berpendapat bahwa Dinas P2B seharusnya memerintahkan pemilik gedung untuk segera membongkar dan merenovasi agar gedung aman untuk digunakan. Pemerintah tidak pernah tegas terhadap perencana, pengawas, dan pelaksana gedung yang bermasalah.[12]
Selama ini kecelakaan karena faktor struktur gedung tidak pernah diproses hukum sampai ke pengadilan. Pemilik gedung juga tidak terlalu mengindahkan syarat-syarat pendirian gedung sesuai dengan aturan.[12]
Walaupun dilakukan inspect bangunan, apabila ada korban pun kasus selesai setelah memberikan uang kerohiman, dan tidak diproses hukum.[12]
Sementara Yayat menyatakan kasus Menara Saidah sebagai pelajaran dalam proyek pembangunan gedung lainnya dalam melakukan pengawasan yang baik, termasuk juga konstruksinya.[11]

Popular:   Tempat Wisata Di Jakarta Selatan Ancol

Pihak pengelola Menara Saidah, Dami Okta (Manajer Umum) PT Gamlindo Nusa, membantah pemberitaan Tempo pada tahun 2013 bahwa gedung itu miring.[xiii]
Menurut mereka, gedung itu sengaja dikosongkan sampai masa sewa penyewa habis dan skema penyewaan pada calon penyewa berikutnya adalah satu gedung secara keseluruhan.[13]

Gedung ini dikabarkan sempat direnovasi pada tahun 2015, akan tetapi pengerjaan dihentikan setelah dua bulan.[7]

Manajemen buruk

[sunting
|
sunting sumber]

Pada tahun 2012 situs web
Merdeka.com
mencatat bahwa Menara Saidah dikelola oleh beberapa perusahaan berbeda namun masih di dalam Merial Group; Diantaranya PT Merial Esa dan PT Merial Medika,[2]
Banyaknya pihak yang ikut mengelola gedung, termasuk kakak-adiknya, juga ikut mengelola, membuat harga sewa menjadi tinggi.[2]

Pada tahun 2013 Kepala Suku Dinas P2B Putu Indiana membantah adanya kegagalan konstruksi dan menyatakan terbengkalainya Menara Saidah dikarenakan masalah internal manajemen yang tidak dikelola dengan baik dan kisruh kepemilikan.[14]
Pengecekan kemiringan bangunan menurut Putu dilakukan menggunakan alat ukur bernama teodolit, dan dikonfirmasi tidak miring oleh Kepala Suku Dinas P2B Jakarta Selatan.[fourteen]

Pemprov Dki jakarta

[sunting
|
sunting sumber]

Djarot Saiful Hidayat, mantan wakil gubernur Djakarta, pada tahun 2016 menyatakan niatnya untuk mengambil alih Menara Saidah ke dalam pemanfaatan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.[15]

Longsor tanah

[sunting
|
sunting sumber]

Pada Kamis, 12 Oktober 2017, terjadi longsoran dari dinding penahan tanah yang ada di depan Menara Saidah. Longsoran ini masuk ke dalam area pekerjaan
light rail transit
(LRT) Jakarta yang sedang dikonstruksi PT. Adhi Karya. Sekretaris perusahaan, Ki Syahgolang, menyatakan bahwa longsoran ini tidak berdampak terhadap tiang maupun fondasi LRT. Pihaknya kemudian menutup lereng di sisi gedung ini serta membersihkan tanah yang longsor ke dalam expanse pekerjaan LRT.[16]

Dalam budaya populer

[sunting
|
sunting sumber]

Cerita hantu

[sunting
|
sunting sumber]

Gedung ini merupakan lokasi utama dari berbagai cerita hantu yang beredar dalam kisah populer masyarakat Dki jakarta. Antara lain,
CNNIndonesia.com
melansir bahwa terdapat mitos dasar gedung tersebut merupakan “tempat tinggal kuntilanak merah dan koloni siluman”. Daud, seorang paranormal yang diwawancarai, mengatakan bahwa kuntilanak tersebut adalah korban kecelakaan kereta dari rel yang berada di dekat menara. Sementara koloni siluman yang ada di dasar gedung merupakan bagian dari praktik pesugihan orang-orang yang menanggap kramat menara itu. Kisah di koran digital itu sendiri pun ditulis lantaran ada gosip terkait pesanan ojek daring yang didapat dari menara terbengkalai itu.[17]

Popular:   Tempat Wisata Di Pik Yang Instagramable 2022

Moving-picture show

[sunting
|
sunting sumber]

Menara ini menjadi latar belakang bagi flick
Menara Stasiun Cawang, yang pada awalnya diberi judul
Menara Saidah. Film ini diproduksi oleh K2K Production dan dijadwalkan tayang pada 15 Oktober 2015. Akan tetapi, film ini batal tayang.[18]

Tur kota

[sunting
|
sunting sumber]

Biang Overlander, sebuah operator tur kota Jakarta, memasukkan Menara Saidah ke dalam daftar tempat yang dikunjungi untuk Jakarta Mystical Bout, yang berpusat pada eksplorasi tempat-tempat dengan cerita horor di sekitar Jakarta.[19]

Rujukan

[sunting
|
sunting sumber]

  1. ^


    a




    b




    c




    d



    Situs Hutama Karya: Menara Saidah. Diakses 2 Juni 2013. (Versi arsip Archieve.org)
  2. ^


    a




    b




    c




    d




    due east




    f



    Situs Merdeka.com: Menara Saidah, kisah kejayaan yang singkat. Dipublikasikan 25 Mei 2012. Diakses two Juni 2013
  3. ^


    a




    b




    c



    Situs Merdeka.com: Bagaimana nasib Menara Saidah ke depan?. Dipublikasikan Sabtu, 26 Mei 2012. Diakses 2 Juni 2013

  4. ^

    Suara Merdeka: Memaknai Cincin Kawin 2,12 Karat Diarsipkan 2013-06-17 di Wayback Machine.. Dipublikasikan Sabtu, three April 2004. Diakses 2 Juni 2013

  5. ^

    Jurnal.net: Satu Hati dengan Mertua; Ketika Inneke Perankan Wanita Teraniaya, Mertuanya Ikut Sedih. Dipublikasikan xvi Oktober 2006
  6. ^


    a




    b




    Yasmin, Puti. “Fakta Seputar Menara Saidah, Gedung yang Penuh Cerita Horor”.
    detikfinance
    . Diakses tanggal
    2020-02-22
    .




  7. ^


    a




    b




    Dzulfaroh, Ahmad Naufal (2022-01-24). “Siapa Pemilik Menara Saidah, Benarkah Inneke Koesherawati? Ini Sejarahnya Halaman all”.
    KOMPAS.com
    . Diakses tanggal
    2022-01-29
    .




  8. ^


    a




    b




    c




    d



    Situs Vivanews: Kenapa Menara Saidah Dibiarkan Kosong? Kondisi bangunan Menara Saidah sudah tak terawat, sepi dan tak terhuni. Dipublikasikan 29 Juli 2011. Diakses 2 Juni 2013
  9. ^


    a




    b




    c



    Situs Merdeka.com: Menara Saidah kerap didatangi para calo. Dipublikasikan 25 Mei 2012. Diakses 2 Juni 2013.

  10. ^

    Situs Merdeka.com: Dicari, satpam penjaga Menara Saidah. Dipublikasikan 25 Mei 2013. Diakses two Juni 2013
  11. ^


    a




    b




    c




    d




    e



    Merdeka.com: Konstruksi Menara Saidah bermasalah sejak awal. Dipublikasikan 25 Mei 2012. Diakses 2 Juni 2013
  12. ^


    a




    b




    c




    d




    e



    Tempo: Menara Saidah Miring, Pemda Jakarta Ikut Salah
  13. ^


    a




    b



    Tempo: Pengelola Menara Saidah: Gedung Itu Tidak Miring
  14. ^


    a




    b



    Tempo: Ini Kata Dinas P2B tentang Menara Saidah Miring. Dipublikasikan 14 Mei 2013.Diakses 2 Juni 2013

  15. ^


    “Daripada Jadi Rumah Hantu, Wagub DKI: Menara Saidah Akan Diambil Alih Pemprov DKI”.
    Warta Kota
    . Diakses tanggal
    2020-02-22
    .





  16. ^


    VIVA, PT VIVA MEDIA BARU- (2017-x-13). “Longsor Depan Menara Saidah, Ini Penjelasan PT Adhi Karya – VIVA”.
    Viva
    . Diakses tanggal
    2020-02-22
    .





  17. ^


    Fajriyah, Titi. “Misteri Kuntilanak Merah di Menara Saidah”.
    CNN Indonesia
    . Diakses tanggal
    2020-02-22
    .





  18. ^


    Astuti, Lutfi Dwi Puji (2022-ten-01). “Menara Saidah Sempat jadi Lokasi Syuting Motion picture, Pemainnya Bilang Sereem”.
    Viva
    . Diakses tanggal
    2020-02-22
    .





  19. ^


    Cahyana, Ludhy (2022-eleven-02). “Ini Dia Rute Wisata Horor Djakarta Mystical Tour”.
    Tempo
    (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal
    2020-02-22
    .






Source: https://id.wikipedia.org/wiki/Menara_Saidah