Dampak Pembukaan Tempat Wisata Terhadap Lingkungan

By | September 7, 2022

Permasalahan sampah di tempat wisata dari dulu hingga saat ini masih menjadi topik hangat di dunia pariwisata. Dampak dari penumpukan sampah di area wisata dirasakan oleh lingkungan sekitar. Mulai dari pencemaran ekosistem laut, pencemaran udara, hingga berdampak langsung pada kesehatan manusia. Jika sampah-sampah tersebut hanya didiamkan saja, maka akan berdampak buruk di masa yang akan datang.

Jika dilihat dalam Undang-Undang RI Nomor ten Tahun 2009 tentang Kepariwisataan telah disebutkan, bahwa setiap orang berkewajiban untuk menjaga dan melestarikan daya tarik wisata. Selain itu, setiap orang juga berkewajiban untuk ikut serta membantu terciptanya suasana aman, tertib, bersih, berperilaku santun, dan menjaga kelestarian lingkungan destinasi pariwisata.

Jadi sudah jelas bahwa setiap orang termasuk wisatawan, warga sekitar, maupun pengelola wisata tersebut wajib untuk menjaga kelestarian lingkungan. Jika sampah di tempat wisata dibiarkan menumpuk, maka akan mencemari lingkungan. Bahkan sudah ada beberapa destinasi wisata di Republic of indonesia yang rusak akibat hal tersebut.

Pantai Kuta Bali yang dipenuhi sampah, Sumber : bali.antaranews.com
Pantai Kuta Bali yang dipenuhi sampah, Sumber : bali.antaranews.com

Seperti yang telah diketahui bahwa pariwisata merupakan salah satu sektor ekonomi yang paling penting bagi Indonesia. Untuk menciptakan pariwisata yang dapat menjamin kelestarian alam dan budaya, maka diperlukan konsep pariwisata berkelanjutan (Sustainable Tourism). Apa itu pariwisata berkelanjutan (Sustainable Tourism)?

Pariwisita berkelanjutan merupakan konsep pariwisata yang memperhitungkan seluruh dampak dari segi ekonomi, lingkungan, serta sosial. Baik untuk masa kini ataupun dimasa yang akan datang. Sehingga tidak hanya berdampak pada ekonomi saja, namun juga dapat menjamin kelestarian lingkungan dari tempat wisata.

Dampak Sampah Plastik

Di tempat wisata banyak ditemukan tumpukan sampah plastik yang digunakan oleh para wisatawan. Plastik merupakan barang yang sulit sekali untuk di daur ulang, butuh ratusan tahun lamanya agar dapat terurai. Walaupun pada akhirnya terurai, plastik tersebut tidak dapat terurai secara sempurna melainkan akan menjadi potongan mikroskopis. Berikut dampak dari sampah plastik.

Popular:   Tempat Wisata Murah Di Bali Selatan

1. Pencemaran Udara

Di dalam kandungannya, plastik terdapat zat beracun yang apabila dilepaskan ke tanah saat kantong plastik rusak akibat terpapar sinar matahari ataupun sampah plastik tersebut dibakar, maka akan melepaskan zat beracun berbahaya ke udara. Sehingga dapat menyebabkan polusi udara yang mengganggu kualitas udara di lingkungan tersebut.

Udara yang dihasilkan oleh pembakaran sampah plastik dapat dengan mudah terhirup oleh manusia. Jika dibiarkan terus-menerus, akan berdampak serius pada kesehatan. Sehingga dapat menyebabkan berbagai penyakit karena kandungan dari zat beracun plastik tersebut.

Ilustrasi pembakaran sampah, Sumber : sains.kompas.com
Ilustrasi pembakaran sampah, Sumber : sains.kompas.com

2. Pencemaran Laut

Indonesia merupakan negara kepulauan yang sebagian besar wilayahnya merupakan lautan. Bahkan keindahan laut di Indonesia menarik banyak wisatawan asing untuk mengunjungi Indonesia. Misalnya saja pulau Bali yang merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang menarik banyak wisatawan asing untuk datang berkunjung.

Banyaknya wisatawan asing maupun lokal tidak hanya meningkatkan perekonomian suatu negara, namun juga terdapat salah satu dampak yang dikhawatirkan yakni penumpukan sampah. Semakin banyak wisatawan yang tidak mempedulikan lingkungan, maka akan semakin banyak pula tempat wisata yang tercemar akibat sampah tersebut.

Bahkan menurut Information Asosiasi Industri Plastik Republic of indonesia (INAPLAS) dan Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa terdapat sekitar 64 juta ton sampah plastik yang dihasilkan oleh Indonesia per tahunnya. Bahkan mencapai angka 3,ii juta ton sampah plastik yang telah dibuang ke laut. Hal tersebutlah yang dapat membuat ekosistem laut terganggu dan tercemar akibat sampah.

Makhluk hidup yang ada di laut banyak yang mengonsumsi sampah karena berpikir bahwa sampah-sampah tersebut merupakan makanan mereka. Mulai dari ikan-ikan kecil hingga ikan besar juga memakan sampah-sampah yang dibuang ke laut tersebut. Sehingga banyak makhluk hidup di laut yang mati akibat teracuni zat beracun dari kandungan sampah plastik.

Ilustrasi sampah yang ada di laut, Sumber : kieraha.com
Ilustrasi sampah yang ada di laut, Sumber : kieraha.com

three. Terganggunya Kesehatan Manusia

Setelah mencemari udara dan laut, sampah plastik juga akan mengganggu kesehatan manusia. Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, bahwa sampah plastik terdapat kandungan zat beracun di dalamnya. Jika zat beracun tersebut masuk ke dalam tubuh manusia, maka tentu saja akan mempengaruhi kesehatan.

Popular:   Tempat Wisata Alam Palangkaraya Wajib Dikunjungi

Misalnya saja saat Anda mengonsumsi ikan laut yang tanpa disadari telah mengonsumsi sampah plastik, maka secara tidak sengaja Anda juga ikut mengonsumsi zat beracun dari plastik tersebut. Selain itu pembakaran sampah plastik yang terjadi disekitar Anda, kemudian secara tidak sengaja terhirup maka juga akan menggangu kesehatan Anda.

Ilustrasi mengganggu kesehatan, Sumber : klikdokter.com
Ilustrasi mengganggu kesehatan, Sumber : klikdokter.com

Upaya Mengurangi Sampah di Destinasi Wisata

Untuk mengurangi penumpukan plastik di tempat wisata, perlu dilakukan kerja sama yang baik antara wisatawan, pihak pengelola tempat wisata, maupun pemerintah. Sehingga dapat meminimalisir dampak pencemaran lingkungan akibat tumpukan sampah yang diakibatkan para wisatawan di lokasi wisata. Apalagi saat ini wisata di Republic of indonesia sudah mulai berangsur pulih kembali pasca pandemi covid-19 yang sempat melumpuhkan sektor pariwisata.

1. Tersedianya Tempat Sampah

Untuk meminimalisir wisatawan membuang sampah secara sembarangan, pihak pengelola tempat wisata harus menyediakan tempat sampah yang cukup dan mudah di temukan oleh wisatawan. Setidaknya terdapat 2 macam tempat sampah yang disediakan, yakni tempat sampah organik dan tempat sampah anorganik. Tujuannya agar lebih memudahkan pada saat memilah sampah-sampah tersebut.

2. Mengurangi Penggunaan Plastik

Perlu diadakan penyuluhan kembali terkait dampak dari penggunaan plastik terhadap lingkungan. Untuk wisatawan yang pergi berlibur diharapkan membawa wadah makan serta wadah minum yang bisa digunakan kembali. Selain itu perlu juga untuk membawa tas kain yang bisa dijadikan sebagai pengganti kantong plastik, sehingga dapat mengurangi penggunaan plastik.

Data kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia, Sumber : databoks.katadata.co.id
Data kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia, Sumber : databoks.katadata.co.id

3. Mengurangi Penggunaan Sedotan Plastik

Berdasarkan data dari The Earth Bank tahun 2022 di Indonesia sendiri memberikan kontribusi sampah yang dibuang ke laut sekitar 3,2 juta ton dengan jenis sampah yakni sedotan plastik. Oleh sebab itu, untuk mengurangi dampak pencemaran lingkungan di laut maka diperlukan edukasi untuk para wisatawan agar mengurangi penggunaaan sedotan plastik.

Popular:   Pedaran Tempat Wisata Kota Kuta Bahasa Sunda

Itulah beberapa informasi mengenai permasalahan sampah di tempat wisata, siapapun itu berkewajiban untuk menjaga kelestarian lingkungan. Ikutilah anjuran pemerintah untuk membuang sampah pada tempatnya serta mengurangi penggunaan plastik. Mari bersama-sama ciptakan lingkungan yang nyaman, aman, dan sehat.

Source: https://eticon.co.id/sampah-di-tempat-wisata/